Apa Itu Vintage dan Retro Style? Begini Cara Membedakannya

Menjamurnya toko-toko dan gerai fashion second atau vintage belakangan memicu antusiasme masyarakat pecinta fashion.

Gaya vintage dan retro tengah menjadi tren yang digandrungi kaum muda. Keduanya sama-sama memiliki daya tarik tersendiri karena menampilkan nuansa nostalgia zaman dulu dengan sentuhan modern.

Namun, banyak yang masih keliru membedakan kedua gaya tersebut. Perlu pemahaman lebih dalam mengenai ciri khas dari masing-masing gaya, termasuk cara mengaplikasikannya agar tampil stylish.

Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap dan mudah dipahami tentang apa itu vintage dan retro style, bagaimana ciri-ciri dan contoh-contohnya, serta bagaimana tips dan trik untuk mengaplikasikannya dalam berbusana. Simak ulasan berikut ini!

Pengertian Vintage dan Retro Style

Gaya vintage dan retro kerap disamakan, padahal sejatinya berbeda. Keduanya memang sama-sama terinspirasi dari masa lampau, tapi beda dalam hal periode, sumber, dan penyajiannya.

Vintage style mengadaptasi pakaian asli dari periode tertentu, biasanya 1920-an hingga 1960-an. Pakaian vintage punya nilai sejarah dan kualitas tinggi karena dibuat dengan teknik dan bahan langka.

Syaratnya, berusia minimal 20 tahun, tidak dimodifikasi, dan bukan produksi massal. Contohnya gaun bunga 1950-an, mantel bulu 1960-an, atau jeans Levi’s 1970-an.

Sementara itu, retro style meniru atau mengeksplorasi pakaian dari periode 1970-an hingga 1990-an. Pakaian retro tak harus asli, bisa saja baru tapi mengikuti tren atau desain masa lalu.

Retro lebih fleksibel dan berani dalam warna, motif, dan model. Juga lebih mudah didapat ketimbang vintage. Contohnya celana cutbray 1980-an, jaket kulit 1990-an, atau baju tie-dye 2000-an.

Ciri-Ciri dan Contoh Vintage dan Retro Style

Vintage dan retro style punya ciri berbeda dalam hal warna, motif, model, dan aksesori. Warna vintage cenderung lembut atau pastel, seperti putih, krem, merah muda, biru muda, atau hijau mint. Sementara warna retro cerah, kontras, atau neon seperti merah, kuning, hijau tosca, atau ungu.

Motif vintage klasik, feminin, dan romantis seperti bunga, polkadot, garis, atau tartan. Motif retro modern, dinamis, dan eksentrik seperti geometris, abstrak, paisley, atau tie-dye.

Model vintage sederhana dan elegan seperti gaun A-line, blouse tanpa lengan, rok pensil, atau celana pendek kemeja. Model retro glamor, kasual, dan edgy seperti gaun mini berpayet, celana jeans jaket kulit, rok plisket kaos berlogo, atau celana cutbray.

Aksesori vintage minimalis dan anggun seperti anting mutiara, kalung rantai tipis, bros bunga, atau topi fedora. Aksesori retro mencolok dan unik seperti kacamata bulat, anting hoop besar, kalung choker, atau bandana.

Tips Memadukan Vintage dan Retro Style

Vintage dan retro bisa jadi pilihan menarik untuk variasi berbusana. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tak terkesan ketinggalan zaman atau norak.

Pertama, sesuaikan dengan kepribadian dan kesukaan. Tidak perlu mengikuti semua aturan atau tren vintage dan retro. Pilih elemen yang cocok dengan diri sendiri seperti warna, motif, model, atau aksesori. Jangan memaksa memakai sesuatu yang tidak nyaman atau tidak cocok.

Kedua, padukan dengan pakaian modern. Tidak harus memakai busana vintage atau retro secara utuh. Bisa memadukan satu atau dua item vintage atau retro dengan pakaian modern yang dimiliki. Seperti gaun vintage dengan sepatu modern, celana jeans retro dengan kemeja putih, atau rok plisket retro dengan sweater hangat.

Ketiga, jaga keseimbangan. Jangan berlebihan dalam memakai warna, motif, model, atau aksesori yang mencolok. Pilih satu atau dua elemen fokus utama, lalu padukan dengan elemen netral atau sederhana agar penampilan lebih harmonis dan elegan.

Vintage dan retro sama-sama terinspirasi mode masa lalu, tetapi beda dalam hal periode, sumber, dan penyajian. Vintage mengadaptasi busana asli 1920-1960an, sementara retro meniru gaya 1970-1990an. Keduanya juga punya ciri berbeda dalam warna, motif, model, dan aksesori.

Untuk memadukan kedua gaya ini, beberapa tips yang bisa diterapkan yaitu sesuaikan dengan kepribadian dan kesukaan, padukan dengan busana modern, dan jaga keseimbangan. Dengan begitu, bisa tampil nostalgia dengan sentuhan modern.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang ingin mencoba vintage dan retro style dalam fashion. Selamat bereksplorasi dan berkreasi!