Jenis Tanaman Obat Dan Manfaatnya

Tanaman obat merupakan berbagai tanaman yang biasa digunakan sebagai pengobatan. Ada banyak jenis tumbuhan yang bisa dijadikan obat, baik daun, akar, buah maupun umbinya. Di Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki berbagai macam tanaman obat.

Tanaman obat ini sangat baik untuk tubuh, karena merupakan cara pengobatan secara alami. Setiap tumbuhan memiliki manfaat masing-masing sesuai kandungan yang terdapat di dalam tumbuhan tersebut. Di bawah ini beberapa jenis tanaman obat dan manfaatnya :

Bakung

Bakung

Dengan nama Latin Crinum asiaticum, tanaman bakung juga dikenal dengan sebutan dausa, semur, fete-fete atau pun pete di berbagai daerah di Nusantara. Nama-nama ini menunjukkan betapa akrab dan dekatnya masyarakat kita dengan keberadaan tanaman obat yang satu ini.

Nah, bakung memang kaya akan kandungan vitamin dan senyawa lainnya yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dari daunnya yang berwarna hijau kekuningan, bakung dipercaya berkhasiat untuk mengobati luka, baik luka luar maupun luka dalam seperti penyakit kuning atau hepatitis.

Selain itu, air rebusan daunnya juga sering digunakan sebagai peluruh keringat atau pelancar keluarnya toksin dari dalam tubuh. Sehingga bakung kerap diolah menjadi jamu tradisional untuk menurunkan demam, menghilangkan rasa pegal, hingga meredakan bengkak.

Cara pembuatan dan pengolahannya sendiri terbilang mudah dan alami. Cukup dengan merebus beberapa lembar daun bakung segar, lalu air rebusannya bisa langsung diminum. Atau bisa juga ditambahkan ramuan lain seperti jahe, kunyit, serai dan lain sebagainya sesuai resep jamu yang diinginkan.

Untuk pengobatan luka luar, biasanya daun bakung ditumbuk halus lalu ditempelkan secara langsung ke bagian tubuh yang terluka. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalamnya dipercaya mampu membantu proses penyembuhan dengan mempercepat pengeringan dan peremajaan kulit yang rusak.

Menarik bukan keistimewaan dari tanaman bakung atau daun setawar ini? Tak heran jika bahan alam satu ini sudah dimanfaatkan sejak lama oleh nenek moyang kita untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Pengobatan tradisional memang luar biasa khasiatnya!

Keji beling

Keji Beling

Meskipun namanya sedikit aneh dan sulit diingat seperti sambang geteh, remek daging, reundeu beureum, atau lire di berbagai daerah, namun jangan remehkan khasiat dari keji beling ini lho. Pasalnya, tanaman yang masih sekerabat dengan bayam ini kaya akan berbagai kandungan mineral dan senyawa alami yang baik untuk kesehatan tubuh.

Dari daunnya yang berwarna hijau tua keunguan, keji beling mengandung kadar mineral tinggi seperti kalium, natrium, dan kalsium. Ketiganya merupakan mineral penting yang membantu mengatur fungsi tubuh seperti menjaga kesehatan jantung, mencegah kram otot, hingga membantu pertumbuhan tulang dan gigi.

Selain mineral, di dalam keji beling juga terkandung senyawa lain seperti tanin, asam silikat, dan glikosida yang dipercaya berkhasiat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari mengobati diare dan disentri, membantu meredakan batu ginjal, hingga menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Nah, dengan kandungan lengkap seperti itu, tidaklah mengherankan jika nenek moyang kita dulu sangat menyukai keji beling sebagai bahan utama ramuan herbal. Caranya pun terbilang mudah, cukup direbus air dengan beberapa helai daun segarnya, bisa juga ditambah bahan lain sesuai kebutuhan.

Bagi yang hobi mengonsumsi jamu tradisional, pasti sudah tidak asing lagi dengan warna kehijauan dari ramuan keji beling ini. Aromanya yang khas dan cita rasanya yang sedikit pahit memang menjadi ciri khasnya sendiri.

Tempuyung

Tempuyung

Kali ini kita akan mengupas salah satu jenis tanaman yang khasiatnya patut untuk diketahui, yaitu tempuyung atau dalam bahasa latinnya disebut Sonchus arvensis L.

Buat kebanyakan orang awam, mungkin tempuyung hanya dianggap sebagai gulma liar yang tumbuh sembarangan di ladang atau pinggir jalan. Namun bagi mereka yang paham, tanaman ini justru memiliki manfaat luar biasa sebagai obat herbal alami.

Nah, khasiat utama yang dimiliki oleh daun tempuyung adalah kemampuannya untuk menghancurkan dan mengusir batu ginjal dari dalam tubuh. Batu ginjal sendiri merupakan kondisi yang terbentuk akibat penumpukan garam mineral seperti kalsium, asam urat, dan oksalat di dalam ginjal.

Penyakit ini bisa menimbulkan rasa sakit luar biasa ketika batu mulai bergerak turun ke saluran kemih. Kalau dibiarkan, batu ginjal bisa menyebabkan infeksi serius dan gagal ginjal. Makanya penting untuk segera ditangani secara tepat.

Nah, di sinilah peran tanaman tempuyung beraksi. Daunnya dipercaya mampu membantu meluruhkan dan menghancurkan batu ginjal secara alami. Caranya pun cukup mudah, yakni dengan merebus beberapa helai daun tempuyung, lalu air rebusannya diminum rutin.

Selain itu, daun tempuyung juga dipercaya berkhasiat sebagai diuretik alami yang meningkatkan produksi urin. Hal ini membantu ginjal untuk membuang sisa-sisa racun dan membantu mengusir batu ginjal agar bisa keluar dari saluran kemih dengan lebih mudah.

Menarik bukan manfaat dari tanaman liar yang kerap dianggap sebagai gulma ini? Makanya jangan pernah meremehkan alam ya. Banyak tumbuhan yang terlihat sederhana, tapi justru memiliki khasiat luar biasa untuk menyembuhkan penyakit.

Daun Ciplukan

Daun Ciplukan

Dengan daunnya yang berwarna hijau segar, ciplukan merupakan tanaman liar yang seringkali dianggap sebagai gulma dan kurang berguna. Namun bagi mereka yang paham, ciplukan justru memiliki berbagai manfaat terselubung sebagai obat herbal alami.

Dari namanya saja sudah terdengar unik dan menarik bukan? Seolah mencipl atau menyembuhkan segala penyakit yang ada di tubuh.

Nah, beberapa khasiat utama yang dimiliki oleh daun ciplukan ini di antaranya adalah untuk mengobati batuk rejan atau batuk kering yang menyiksa, meredakan sakit tenggorokan, bahkan mengobati benjolan bisul dan radang gondongan.

Luar biasa bukan kandungan dan manfaatnya? Semua itu tak lepas dari senyawa-senyawa aktif yang terkandung di dalam ciplukan. Misalnya saja asam klorogenat yang terdapat pada daunnya, dimana senyawa ini dipercaya memiliki efek antiradang dan antibakteri alami.

Selain itu, pada kulit buahnya juga mengandung senyawa unik C27H44O-H2O1 serta asam elaidat pada bijinya yang konon kaya akan manfaat kesehatan. Sungguh luar biasa ciptaan alam yang serba lengkap ini!

Untuk mengolah dan meracik ramuan dari daun ciplukan sendiri terbilang mudah. Cukup dengan merebus beberapa helai daunnya dengan air mendidih, lalu air rebusannya bisa langsung diminum. Bisa juga ditambahkan bahan herbal lain seperti jahe, madu, sereh dan lain sebagainya sesuai resep jamu yang diinginkan.

Sensasi dari meminumnya memang sedikit aneh dan unik. Tetapi percayalah, semua itu terbayarkan dengan khasiat yang luar biasa dari tanaman ciplukan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan saluran pernafasan.

Blimbing Wuluh

Blimbing Wuluh

Mungkin bagi sebagian orang, blimbing wuluh hanya dianggap sebagai buah kecil yang rasanya asam dan kurang menarik. Namun dibalik penampilannya yang sederhana, ternyata blimbing wuluh menyimpan sejuta khasiat luar biasa untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

Pertama, kandungan yang ada dalam blimbing wuluh dipercaya ampuh untuk mengatasi masalah pada gusi seperti gusi berdarah atau bengkak. Caranya pun mudah, cukup dengan mengulumnya setelah dimakan atau membuat seduhan air rebusannya untuk digunakan sebagai obat kumur.

Selain itu, blimbing wuluh juga bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit radang seperti gondongan atau pun rematik yang menyiksa. Rasa asam dan sedikit pahitnya diyakini mampu meredakan peradangan sekaligus menghilangkan rasa sakit dan bengkak.

Masih belum cukup? Biji dan daging buah blimbing wuluh juga dipercaya ampuh untuk mengobati sariawan di mulut, sakit gigi, hingga mengatasi penyakit kulit seperti panu atau kudis. Luar biasa bukan?

Nah, semua khasiat ajaib ini tak lepas dari kandungan senyawa aktif seperti vitamin C, flavonoid, alkaloid dan asam-asam organik alami yang terdapat dalam blimbing wuluh. Senyawa-senyawa ini memiliki efek antiradang, antijamur, dan antioksidan yang mampu menyerang dan menyembuhkan berbagai jenis penyakit dari akarnya.

Untuk mendapatkan manfaat dari blimbing wuluh sendiri cukup mudah. Bisa dengan mengonsumsi buahnya secara langsung, atau meracik ramuan jamu dari air rebusan buah, biji, atau daunnya. Tinggal disesuaikan dengan kondisi penyakit yang diderita.

Tak heran jika sejak zaman dahulu, nenek moyang kita sudah sangat akrab dengan blimbing wuluh sebagai bahan utama ramuan obat tradisional. Buah ini tumbuh subur di pekarangan, sehingga sangat mudah didapatkan dan diolah.

Bunga Kenop

Bunga Kenop

Selain mempercantik halaman rumah atau taman, bunga kenop juga memiliki manfaat kesehatan yang tak kalah menarik. Tanaman ini menyimpan minyak asiri dan saponin yang berkhasiat sebagai peluruh dahak, sehingga efektif mengatasi batuk dan sesak napas.

Tak hanya itu, bunga kenop juga ampuh meredakan radang mata, sakit kepala, dan panas. Bagi anak-anak, bunga kenop dapat membantu mengatasi kejang akibat gangguan hati dan disentri. Selain itu, tanaman ini juga memperlancar buang air kecil.

Jati Belanda

Jati Belanda

Jati Belanda, yang juga dikenal sebagai jati londo atau jati sabrang, adalah tanaman obat yang memiliki beragam khasiat. Tanaman ini dapat dijadikan alternatif alami untuk meredakan berbagai penyakit, seperti:

  • Diare dan kolera
  • Sakit perut dan sembelit
  • Menurunkan berat badan
  • Batuk dan sesak lambung
  • Perut kembung

Jati Belanda mengandung senyawa aktif yang dapat membantu meredakan gejala-gejala penyakit tersebut. Misalnya, senyawa tanin yang terdapat dalam Jati Belanda memiliki sifat antidiare dan antibakteri, sehingga efektif mengatasi diare dan kolera. Selain itu, Jati Belanda juga mengandung serat yang dapat melancarkan buang air besar dan membantu menurunkan berat badan.

Untuk memanfaatkan khasiat Jati Belanda, biasanya digunakan bagian daunnya yang diolah menjadi rebusan atau teh. Rebusan daun Jati Belanda dapat diminum untuk meredakan gejala diare, sakit perut, dan batuk. Sementara itu, teh daun Jati Belanda dapat membantu melancarkan buang air besar dan menurunkan berat badan.

Kemuning

Kemuning

Kemuning adalah tanaman obat yang hampir seluruh bagiannya memiliki manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat kemuning:

  • Akar: Dapat dimanfaatkan untuk mengobati rematik, bisul, memar, dan keseleo.
  • Kulit batang: Dapat menghasilkan minyak yang bermanfaat untuk mengobati gigi berlubang. Caranya dengan meneteskan minyak tersebut pada gigi yang berlubang.

Selain itu, kemuning juga memiliki manfaat lain, seperti:

  • Daun: Dapat digunakan untuk mengobati demam, diare, dan disentri.
  • Bunga: Dapat digunakan untuk mengobati batuk dan sakit tenggorokan.
  • Buah: Dapat digunakan untuk mengobati cacingan dan disentri.

Kemuning dapat diolah menjadi berbagai bentuk obat, seperti rebusan, jus, atau minyak. Rebusan daun kemuning dapat diminum untuk meredakan demam dan diare, sementara jus buah kemuning dapat digunakan untuk mengobati cacingan. Minyak kulit batang kemuning dapat diteteskan pada gigi yang berlubang untuk meredakan nyeri.

Kumis Kucing

Kumis Kucing

Tanaman kumis kucing memiliki dua jenis, yaitu kumis kucing berdaun kering dan basah. Keduanya memiliki manfaat kesehatan yang berbeda-beda.

Kumis kucing berdaun kering:

  • Diuretik: Membantu memperlancar keluarnya air kemih.
  • Mengobati rematik.

Kumis kucing berdaun basah:

  • Meredakan encok.
  • Mengobati batuk.
  • Mengatasi sembelit.
  • Meredakan masuk angin.
  • Mengobati radang ginjal.
  • Mengontrol kadar gula darah pada penderita kencing manis.
  • Meluruhkan batu ginjal.
  • Mengobati penyakit sifilis.

Kumis kucing dapat diolah menjadi berbagai bentuk obat, seperti rebusan, jus, atau teh. Rebusan daun kumis kucing dapat diminum untuk memperlancar buang air kecil dan meredakan rematik. Sementara itu, jus atau teh daun kumis kucing dapat digunakan untuk mengobati batuk, sembelit, dan masuk angin.

Selain itu, kumis kucing juga dapat digunakan sebagai bahan makanan, seperti sayuran atau lalapan. Daun kumis kucing memiliki rasa yang sedikit pahit, tetapi menyegarkan. Daun ini dapat ditambahkan ke dalam sup, salad, atau tumisan.

Demikianlah beberapa jenis tanaman obat dan manfaatnya. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat.